Kere, atau Serakah?

Kalau makan di Pizza Hut, orang biasanya tidak pernah melewatkan sajian salad-nya yang menggiurkan itu, dimana kita bisa milih sendiri sayuran dan segala tetek bengek yang ada disitu, beserta saus-sausnya yang beragam. Kebanyakan orang menggunakan kesempatan “sekali ngambil” ini untuk menumpuk salad sebanyak-banyaknya di mangkuk yang kecil itu.
Entah siapa yang mempopulerkan kebiasaan “menumpuk salad” di Pizza Hut ini. Saya jadi ingat dulu waktu saya kecil, saat kami sekeluarga sedang makan-makan di restoran yang sama, saya pergi mengambil salad juga, namun tidak pakai sistem tumpuk-menumpuk seperti yang dilakukan oleh orang-orang, karena saya takut tidak bisa menghabiskannya – seperti yang ibu saya selalu mengajarkan, “Janganlah membuang-buang makanan”. Begitu saya kembali ke meja, salah seorang anggota keluarga yang melihat mangkuk saya kontan berkata, “Yah, rugi banget cuma ngambil segitu. Mestinya tadi ngambil yang banyakan dong! Sayang, udah bayar mahal-mahal!”
Sekarang kalau saya mengingat-ingat lagi kenangan di masa kecil itu, saya jadi berpikir, sebenarnya, siapakah yang paling kere disini? Saya, yang mengambil sesuai dengan apa yang bisa saya makan, atau mereka yang menumpuk makanan di mangkuk mereka sebanyak-banyaknya, tidak peduli apakah mereka bisa menghabiskan semua makanan tersebut atau tidak? Karena dengan jumlah bayaran yang sama per-mangkuk, saya mengambil jatah yang lebih sedikit, sedangkan mereka mengambil dengan lebih banyak. Apakah karena dengan harga per mangkuk tersebut, orang-orang sudah merasa mereka semestinya bisa mendapatkan lebih dari yang seharusnya?
Mungkinkah dengan harga sekian rupiah per mangkuk tersebut, bagi kebanyakan orang sudah merupakan harga yang terlalu mahal untuk tidak mengambil porsi makanan sebanyak-banyaknya?
Ditambah lagi, saya terus terang saja merasa bingung melihat ada yang menumpuk sayur-sayuran seperti jagung, buncis, wortel, telur rebus dan kentang, bawang bombay, lalu ditambah dengan semangka, melon, dan agar-agar rasa strawberry dan jeruk, kemudian menyiram semua kombinasi makanan tersebut dengan saus mayones dan Thousand Island. Saya tidak bisa membayangkan rasanya seperti apa – melihat saja sudah bikin geli, apalagi kalau disuruh makan seluruh kombinasi makanan tersebut dalam satu mangkuk.
Makanan, menurut saya, adalah sesuatu yang harus dinikmati dari rasa, bukan dari porsinya. Semakin banyak kuantitas makanan yang ada di piring saya tidak menjamin bahwa makanan itu bisa menjadi lebih enak. Membuat saya lebih gemuk iya, tapi tidak lebih enak.
Mungkin ini adalah salah satu efek samping dari kebiasaan buruk bangsa kita – mengambil lebih dari yang kita sanggupi, dan merasa kita berhak mendapatkan sebanyak-banyaknya dengan uang yang telah kita bayar. Bahkan, apabila memungkinkan, lebih banyak dari yang kita bayar.
Saya kadang berpikir; sejak kapan pula bangsa kita telah sedemikan diperbudaknya dengan uang, karena segala-galanya kini diukur dengan uang; segala-galanya diukur dengan pemikiran untung dan rugi. Kalau sudah begini, pantaskah saya bertanya; mental bangsa ini sebenarnya mental kere, atau serakah?
24 comments

kere bin serakah
richoz´s last blog post..Stripcomics Rule the World!
OMG itu bener-bener “canggih” numpuknya
i’d say bukan kere bkan serakah, ditilik dari sisi engineering (halah) itu namanya kreatip bin epektip
the writer´s last blog post..Weekly Friday quiz – The Wrapping Paper test
Serakah alias ga mau rugi. Kalo bisa gratis kenapa bayar. Kalo bisa bayar sedikit untuk semangkuk salad dan bikin kenyang buat 10 orang, kenapa tidak.
Pertanyaan: ngapain beli salad dan kekenyangan makan salad di Pizza Hut? Kan ke sana buat makan pizza…
Finally Woken´s last blog post..New Scents for Men
Ther, ya ampun….hebat banget numpuknya. Kayak numpuk piring di tangan seperti di resto padang.
Mungkin karena dulu ini kita bangsa yang sengsara, sehingga walaupun kita “cukup”, alam bawah sadar yg sebesar 70 % itu, yang mengatur tindak-tanduk kita, ketika ada yg gratisan, mendadak teringat masa silam yang buruk itu.
Contohnya saja korupsi, korupsi di negara kita, berdasarkan hasil bincang-bincang dengan teman sekantor, bukan saja persoalan hati nurani, tapi sudah berurat-berakar dalam sistem. Kenapa bisa begitu, ya karena yg “tidak biasa” lama-lama menjadi “biasa”. Rasa malu berganti menjadi EGP.
tere616´s last blog post..A Note to Heaven
Kere apa Serakah? gag tau… Seumur2 ke PH ga pernah ambil salad
pengennya minta dibikinin balon tapi malu :shy: *curcol*
Tapi trik menumpuk seperti itu saya bilang “Hukum Ekonomi”, memanfaatkan bidang sekecil2nya demi salad sebanyak2nya
Eru´s last blog post..Desk TAG ~ Software Engineer’s Desk
My bahasa is crap, but what I get from this post is that policies drive behaviour. I suspect the PH has a one plate only policy thus getting this type of activities. Probably they would have less waste if the policy was unlimited visits to the salad bar (ala in Australia).
Nice pics and I love the effort to create the “ultimate” salad plate.
BTW did you eat it al???????
Selamat Natal dan Tahun Baru 2009
GJ´s last blog post..Home Alone
selama ini gue makan di pizza hut selalu berusaha untuk bikin tumpukan salad yang seperti dalam gambar itu..
hiks.. susah cing..
susah banget.. belum lagi kalo ada yang jatuh2an..
tapi akhirnya gue menemukan caranya..
jangan hanya gunakan mangkok tetapi juga gunakan piringnya…
untuk beberapa outlet pizza hut hal ini boleh tetapi ada yang melarangnya.. yaa suka2 situ lah..
yang jelas tumpukan salad bar itu pasti habis/tandas/ludes dilahap gue dan rekan2.. minimal 3 orang yang akan makan tu salad bar..
kere banget yah gue…
hahaahahah.. sebodo teing !
yang penting sudah bayar dan makanannya habis
mnrp´s last blog post..[komik] pose foto populer
Kalo Gratis mpe muntah juga bantai aja..
Bayar sedikit dapat banyak yah knpa nggak..
Bayar sama dapat lebih ya Mantap..
Gak ada yang salah kan…
pizza hut nya aja ga sewot kok situ repot? tsk tsk tsk..
mental ente mental indonesia banget yg anggap hal2 seperti itu kampungan or kere..
lebih baik ndeso diperbuatan daripada ente ndesonya dipemikiran hehehe..
Mama saya juga jago sih numpuk salad, meskipun ga sebanyak yg di foto (makannya dishare pula ama 3 anaknya, hahaha! Jadi ga mubazir lah, at least). Gila hebat banget tuh ya yg di foto!
Devi Girsang´s last blog post..Happy Mother’s Day
wow, bener2 teknik numpuk salad nomer satu. Pasti itu arsitek jempolan, ya paling nggak mahasiswa teknik sipil gitu *ngasal*
ga pernah pesen salad di PH (ga gitu doyan salad) tapi biasanya klo makan rame2 bareng temen 1 mangkok salad bisa buat bertiga (ya dengan teknik numpuk gitu, meski nggak secanggih itu). tentu saja komposisinya tetep enak buat dimakan. Semangka,melon, agar2 disiram saus kayanya malah bikin eneg deh :p
wah… posting yang menarik bagi ayah saya hahaha…
Ayah saya kalau ngambil salad, pasti pertama ditaruh selada dulu samping-sampingnya..
hahahhaa…kocak…duh bukannya blog itu tempat orang keluarin pendapatnya ya? kalo ga seneng ma yg dibaca ya bikin blog buat complain laah…ga perlu tell people what to write or not in his/her blog. daku setuju ma dikau ther… we take what we can eat and not let the food go to waste. What goes behind their mind is beyond my understanding… ah kalo gitu kita emang sama2 pemikirannya ndeso ya ther? LOL
Ivy´s last blog post..IPL Results
Wuihhh ada yang sensi beneran ya booo….
Hari minggu kemaren gw lunch di PH abis reunian dan gw liat mbak2 makan salad tapi di box kayak take away gitu, gw rasa itu salah satu trik juga biar dapet porsi lebih banyak karena jelas2 si mbak itu ngabisin saladnya di meja barengan sama temennya.
ecky´s last blog post..Yarra Valley
Harusnya PH menetapkan aturan satu mangkuk satu orang kalo ketahuan dimakan oleh orang lain dicharge aja. Heran padahal salad bar-nya pizza hut kan isinya dibawah standard kog masih pada napsu.
On second thought, kalo makan di sunday brunch at 4seasons, ritz, shangri-la, or marriott, ga pernah nemu orang yang numpuk2in makanan kayak di PH padahal seafood & salad bar-nya sangat menggiurkan. Hmmm knapa ya?
@anita: i think only ndeso people go to 4seasons, ritz, shangri-la, etc … buat yg ga ndeso dan mentalnya bukan mental indonesia, pada lari ke PH buat buffet aja…
Ivy´s last blog post..IPL Results
hmm..klo ngomong mental indo sih, mgkn masih mental “kuli” ya.
kuli kan butuh banyak makan ther, biar kuat dan sehat lolz. ya, makan banyak sih nga papa,asal jgn kebanyakan. tapi kaya foto diatas tuh.. whaha, masterpiece i should say.
jd keinget buffet ther.
orang bilang rugi klo traktir gw makan buffet, karna inti dr buffet adalah “makan sepuasnya”.. sdgkan standar “sepuasnya” tiap orang kan beda ya.. hmmm.. dr pd ribut ya wes lah, makan di KFC aja.. hauhauhuahhaha
Gw inget kalau di resto2 India di Chicago, ada peraturan bahwa makanan yang di piring harus dihabiskan dulu, baru nambah lagi. Kalau pas bayar kita ninggalin makanan terlampau banyak di piring, mereka akan marah: krn itu mubazir, buang2 uang, ngambil yang ngga perlu (inget banyak orang kelaperan, kok ini serakah amat ngambil lebih dari yang kita bisa makan).
Selamat Natala, ya Ther!
santi d´s last blog post..Holidays Are In the Air
menurut saya mental bangsa indonesia adalah mental kreatip, buktinya bisa numpuk buah buahan seperti itu… kalau urusan seperti begini, bangsa lain udah nyeraahhh
Jika makanan hanya sebagai pemuas lapar: tumpuklah salad setinggi kamu bisa – jika perlu minta piring tambahan atau bawa piring dari rumah dan isi sepenuh-penuhnya (kalo bisa pindah2 lokasi PH ya, tar diapalin sama mba2 pelayannya).
Jika makanan sekedar pengisi tenaga dan nutrisi: cukup satu porsi, pilih buah dan sayur yg paling banyak mengandung vitamin, beta karoten dan serat (efeknya boker jadi lancar dan tidak sariawan).
Jika makanan sebagai pemuas selera: pilih buah dan sayur yang paling disukai – ditambah jenis saus yang pas – jadi rasanya enak dan tidak campur baur (setelah habis jangan lupa bilang: ” … wah, pokoke, … mak nyuuuussss!”).
Jika menyantap makanan seperti menikmati karya seni (chef juga artis kan): mengambil yang disuka dan seperlunya, tak perlu rakus, memakannya satu per satu, mengunyahnya pelahan sambil menikmati kelezatan rasanya, tanpa perlu memikirkan betapa rugi dirinya karena hanya sedikit mengambil. (disukai pemilik PH dan sebentar lagi bakal di jadiin mantunya yg punya PH … hehehe)
Nah, kamu yang mana?
ibarat kata mampang mumpung didepan mata…kan ga aturan musti bawa sekian hehehehe
omiyan´s last blog post..Om Mau Donk Bugil…
Penyakit aji mumpung begini juga sering terlihat di pesta perkawinan atau hotel. Selalu ada saja orang yang senang ngambil makanan sebanyak-banyaknya tanpa mengukur kekuatan perut. Yang juga gak kalah norak nuangin saos sambal di KFC. Duh tuh piring bisa luber sama sambal doang…udah gitu gak dihabiskan. Tetapi kebiasaan jelek ini bukan cuma milik orang Indonesia lho! Di Singapore juga sama saja makanya ada istilah “kiasu”…tapi beda cerita doang
Elyani´s last blog post..Sorry, long time no post!
Posting yang bijak
kalo enggak salah, ini pemenang kompetisi menyusun salad d!!!
secara kalo di restonya beneran, mana boleh kita nyusun pake tangan ?! wakakakakakaka