rss search

Kere, atau Serakah?

line

Pile it up like there's no tomorrow!

Kalau makan di Pizza Hut, orang biasanya tidak pernah melewatkan sajian salad-nya yang menggiurkan itu, dimana kita bisa milih sendiri sayuran dan segala tetek bengek yang ada disitu, beserta saus-sausnya yang beragam. Kebanyakan orang menggunakan kesempatan “sekali ngambil” ini untuk menumpuk salad sebanyak-banyaknya di mangkuk yang kecil itu.

Entah siapa yang mempopulerkan kebiasaan “menumpuk salad” di Pizza Hut ini. Saya jadi ingat dulu waktu saya kecil, saat kami sekeluarga sedang makan-makan di restoran yang sama, saya pergi mengambil salad juga, namun tidak pakai sistem tumpuk-menumpuk seperti yang dilakukan oleh orang-orang, karena saya takut tidak bisa menghabiskannya – seperti yang ibu saya selalu mengajarkan, “Janganlah membuang-buang makanan”. Begitu saya kembali ke meja, salah seorang anggota keluarga yang melihat mangkuk saya kontan berkata, “Yah, rugi banget cuma ngambil segitu. Mestinya tadi ngambil yang banyakan dong! Sayang, udah bayar mahal-mahal!”

Sekarang kalau saya mengingat-ingat lagi kenangan di masa kecil itu, saya jadi berpikir, sebenarnya, siapakah yang paling kere disini? Saya, yang mengambil sesuai dengan apa yang bisa saya makan, atau mereka yang menumpuk makanan di mangkuk mereka sebanyak-banyaknya, tidak peduli apakah mereka bisa menghabiskan semua makanan tersebut atau tidak? Karena dengan jumlah bayaran yang sama per-mangkuk, saya mengambil jatah yang lebih sedikit, sedangkan mereka mengambil dengan lebih banyak. Apakah karena dengan harga per mangkuk tersebut, orang-orang sudah merasa mereka semestinya bisa mendapatkan lebih dari yang seharusnya?

Mungkinkah dengan harga sekian rupiah per mangkuk tersebut, bagi kebanyakan orang sudah merupakan harga yang terlalu mahal untuk tidak mengambil porsi makanan sebanyak-banyaknya?

Ditambah lagi, saya terus terang saja merasa bingung melihat ada yang menumpuk sayur-sayuran seperti jagung, buncis, wortel, telur rebus dan kentang, bawang bombay, lalu ditambah dengan semangka, melon, dan agar-agar rasa strawberry dan jeruk, kemudian menyiram semua kombinasi makanan tersebut dengan saus mayones dan Thousand Island. Saya tidak bisa membayangkan rasanya seperti apa – melihat saja sudah bikin geli, apalagi kalau disuruh makan seluruh kombinasi makanan tersebut dalam satu mangkuk.

Makanan, menurut saya, adalah sesuatu yang harus dinikmati dari rasa, bukan dari porsinya. Semakin banyak kuantitas makanan yang ada di piring saya tidak menjamin bahwa makanan itu bisa menjadi lebih enak.  Membuat saya lebih gemuk iya, tapi tidak lebih enak.

Mungkin ini adalah salah satu efek samping dari kebiasaan buruk bangsa kita – mengambil lebih dari yang kita sanggupi, dan merasa kita berhak mendapatkan sebanyak-banyaknya dengan uang yang telah kita bayar. Bahkan, apabila memungkinkan, lebih banyak dari yang kita bayar.

Saya kadang berpikir; sejak kapan pula bangsa kita telah sedemikan diperbudaknya dengan uang, karena segala-galanya kini diukur dengan uang; segala-galanya diukur dengan pemikiran untung dan rugi. Kalau sudah begini, pantaskah saya bertanya; mental bangsa ini sebenarnya mental kere, atau serakah?


24 comments

line
  1. kere bin serakah

    richoz´s last blog post..Stripcomics Rule the World!

    LOL. Dikombinasiin yah?

    line
  2. OMG itu bener-bener “canggih” numpuknya

    i’d say bukan kere bkan serakah, ditilik dari sisi engineering (halah) itu namanya kreatip bin epektip

    the writer´s last blog post..Weekly Friday quiz – The Wrapping Paper test

    Iya juga kali yah. Itu gambar yang diatas sebenernya fruit salad doang, so I’d say nggak bikin eneg amat kalo mau ditumpuk2 sampe setinggi gunung. But watermelon, onion rings, strawberry jellies and thosand island sauce… I’d say; Nay :P

    line
  3. Serakah alias ga mau rugi. Kalo bisa gratis kenapa bayar. Kalo bisa bayar sedikit untuk semangkuk salad dan bikin kenyang buat 10 orang, kenapa tidak.

    Pertanyaan: ngapain beli salad dan kekenyangan makan salad di Pizza Hut? Kan ke sana buat makan pizza…

    Finally Woken´s last blog post..New Scents for Men

    Pertanyaan bagus, sama sekali nggak kepikir sebelumnya di otak gue! Heheh. Ooo kali makan salad seabrek2 belum kenyang, jadi masih ada ruang buat makan Pizza, ibarat orang Indo pada umumnya, kalau belum makan nasi blum kenyang :D

    line
  4. Ther, ya ampun….hebat banget numpuknya. Kayak numpuk piring di tangan seperti di resto padang.

    Mungkin karena dulu ini kita bangsa yang sengsara, sehingga walaupun kita “cukup”, alam bawah sadar yg sebesar 70 % itu, yang mengatur tindak-tanduk kita, ketika ada yg gratisan, mendadak teringat masa silam yang buruk itu.

    Contohnya saja korupsi, korupsi di negara kita, berdasarkan hasil bincang-bincang dengan teman sekantor, bukan saja persoalan hati nurani, tapi sudah berurat-berakar dalam sistem. Kenapa bisa begitu, ya karena yg “tidak biasa” lama-lama menjadi “biasa”. Rasa malu berganti menjadi EGP.

    tere616´s last blog post..A Note to Heaven

    Keqnya baru kamu yang ngerti bener maksud postingan-ku yang ini :) Sebenarnya cerita salad itu seperti perumpamaan dari kebiasaan-kebiasaan yang umumnya dilakukan di Indonesia. Meski sudah dijatahi sedemikian, kebanyakan kita masih merasa tidak cukup, dan merasa harus mendapatkan lebih. Makanya saya bertanya, apakah ini mental kere atau serakah?

    Misalnya ngantri keluar di jalan tol. Meski sudah dikasih jalur untuk 2 mobil supaya bisa ngantri, masih ada aja yang nyerobot dari pinggir, maksain untuk bisa ‘nyelak’ supaya ngga usah ikut ngantri. Bukankah ini sama saja? Intinya, siapakah setiap orang itu sehingga mereka merasa berhak mendapatkan lebih dibanding orang lain?

    line
  5. Kere apa Serakah? gag tau… Seumur2 ke PH ga pernah ambil salad
    :D pengennya minta dibikinin balon tapi malu :shy: *curcol*

    Tapi trik menumpuk seperti itu saya bilang “Hukum Ekonomi”, memanfaatkan bidang sekecil2nya demi salad sebanyak2nya :-?

    Eru´s last blog post..Desk TAG ~ Software Engineer’s Desk

    Yah elo Er, sama aja ma laki gue, die juga pengen minta dibikinin balon, tapi malu gitu ama mbak2nya. LOL.

    Kali hukum ekonomi itu sekarang juga diterapkan sama orang-orang yang pada buka lapak di trotoar… la wong buat pejalan kaki, malah dipake buat jualan :P

    line
  6. GJ

    My bahasa is crap, but what I get from this post is that policies drive behaviour. I suspect the PH has a one plate only policy thus getting this type of activities. Probably they would have less waste if the policy was unlimited visits to the salad bar (ala in Australia).
    Nice pics and I love the effort to create the “ultimate” salad plate.

    BTW did you eat it al???????

    Selamat Natal dan Tahun Baru 2009

    GJ´s last blog post..Home Alone

    LOL. Those salad-piling images was taken from a forum of a friend of mine’s, which I thought was kinda funny and gave a good teaser for my post :P

    Err… if PH gave an all-you-can-eat policy for the salad buffet, what would happen would be people coming to PH and only ate the salad and nothing else. Soon they’d have to replace the name of the restaurant to “Salad Hut” instead of “Pizza Hut”.

    Happy Christmas and New Year to you too, GJ!

    line
  7. selama ini gue makan di pizza hut selalu berusaha untuk bikin tumpukan salad yang seperti dalam gambar itu..
    hiks.. susah cing..
    susah banget.. belum lagi kalo ada yang jatuh2an..

    tapi akhirnya gue menemukan caranya..
    jangan hanya gunakan mangkok tetapi juga gunakan piringnya…
    untuk beberapa outlet pizza hut hal ini boleh tetapi ada yang melarangnya.. yaa suka2 situ lah..

    yang jelas tumpukan salad bar itu pasti habis/tandas/ludes dilahap gue dan rekan2.. minimal 3 orang yang akan makan tu salad bar..

    kere banget yah gue…
    hahaahahah.. sebodo teing !
    yang penting sudah bayar dan makanannya habis

    mnrp´s last blog post..[komik] pose foto populer

    Well, mnrp……….

    Setidaknya kamu jujur. LOL. Ternyata bener2 ada yang mempraktekkan teknik numpuk salad ini yah, hebat2… :D

    line
  8. Erni

    Kalo Gratis mpe muntah juga bantai aja..
    Bayar sedikit dapat banyak yah knpa nggak..
    Bayar sama dapat lebih ya Mantap..
    Gak ada yang salah kan…

    Yup, nggak ada yang salah buat elo koq. Tapi kalo makan gratis sampe muntah2 sih keqnya udah banyak salahnya… apa mungkin karena porsi makan gue ngga segede baskom kali yah?

    line
  9. koming

    pizza hut nya aja ga sewot kok situ repot? tsk tsk tsk..
    mental ente mental indonesia banget yg anggap hal2 seperti itu kampungan or kere..
    lebih baik ndeso diperbuatan daripada ente ndesonya dipemikiran hehehe..

    Wah Koming, Anda salah lho. Mental Indonesia itu adalah mental yang kebanyakan menggunakan kata ‘ndeso’ seperti Anda itu. Bisanya mengejek orang karena tidak bisa berargumentasi dengan benar. Ketauan nih, pasti tontonannya “Bukan Empat Mata” ya kan? Situ penggemar Tukul ya?

    line
  10. Mama saya juga jago sih numpuk salad, meskipun ga sebanyak yg di foto (makannya dishare pula ama 3 anaknya, hahaha! Jadi ga mubazir lah, at least). Gila hebat banget tuh ya yg di foto!

    Devi Girsang´s last blog post..Happy Mother’s Day

    Yep, seperti kata The Writer, kreatip bin epektip! LOLL

    line
  11. wow, bener2 teknik numpuk salad nomer satu. Pasti itu arsitek jempolan, ya paling nggak mahasiswa teknik sipil gitu *ngasal*

    ga pernah pesen salad di PH (ga gitu doyan salad) tapi biasanya klo makan rame2 bareng temen 1 mangkok salad bisa buat bertiga (ya dengan teknik numpuk gitu, meski nggak secanggih itu). tentu saja komposisinya tetep enak buat dimakan. Semangka,melon, agar2 disiram saus kayanya malah bikin eneg deh :p

    Kombinasi semangka, melon, agar2 dan siraman saus mayonaise ama thousand island itu keqnya cuma reserved buat orang-orang tertentu aja kali yah :D

    Udah ah, ntar ada yang sensi (lagi)…

    line
  12. wah… posting yang menarik bagi ayah saya hahaha…

    Ayah saya kalau ngambil salad, pasti pertama ditaruh selada dulu samping-sampingnya..

    Yang bener emang begitu kok Terechan, pertama-tama kan seladanya dulu. Kalo ditaro belakangan takut terbang hehehehehe

    line
  13. hahahhaa…kocak…duh bukannya blog itu tempat orang keluarin pendapatnya ya? kalo ga seneng ma yg dibaca ya bikin blog buat complain laah…ga perlu tell people what to write or not in his/her blog. daku setuju ma dikau ther… we take what we can eat and not let the food go to waste. What goes behind their mind is beyond my understanding… ah kalo gitu kita emang sama2 pemikirannya ndeso ya ther? LOL

    Ivy´s last blog post..IPL Results

    Iya neh, tiba-tiba ada penggemar berat Tukul dateng-dateng ke sini, gue jadi bingung heheh. Keqnya di postingan nggak nyebut2 soal ‘ndeso’ tiba2 ada yang nyeletuk ‘ndeso’. Ya udah yuk, kita balik ke kampung aja Vy… disana juga nggak ada salad, adanya lalapan, lebih sehat pula… *gandeng Ivy*

    line
  14. Wuihhh ada yang sensi beneran ya booo….

    Hari minggu kemaren gw lunch di PH abis reunian dan gw liat mbak2 makan salad tapi di box kayak take away gitu, gw rasa itu salah satu trik juga biar dapet porsi lebih banyak karena jelas2 si mbak itu ngabisin saladnya di meja barengan sama temennya.

    ecky´s last blog post..Yarra Valley

    Lah, minggu kemaren gw juga makan di PH, banyak yang pake box take-away juga. Gue sempet bingung juga, sama keq elo. Kirain mau dibawa pulang gitu, taunya buat makan di tempat. Eh, gue baru kepikir.. bukannya gampang ya bikin salad? Kalo mau seabrek-abrek gitu banyaknya, bikin sendiri jelas lebih hemat kan :D (kalo emang ujung-ujungnya kebentur biaya).

    line
  15. Harusnya PH menetapkan aturan satu mangkuk satu orang kalo ketahuan dimakan oleh orang lain dicharge aja. Heran padahal salad bar-nya pizza hut kan isinya dibawah standard kog masih pada napsu.

    On second thought, kalo makan di sunday brunch at 4seasons, ritz, shangri-la, or marriott, ga pernah nemu orang yang numpuk2in makanan kayak di PH padahal seafood & salad bar-nya sangat menggiurkan. Hmmm knapa ya?

    That, is the mystery that we will never be able to find out… LOL. Kira-kira postingan gue bakal dibaca ama yang punya Pizza Hut ngga ya? Jangan-jangan itu sebabnya kali ada yang sensi. Ntar kalo beneran dibatesin kan pada ngga bisa numpuk2 lagi. Tar gue diburu2 sama pembalas dendam si penumpuk salad… Wow!

    line
  16. @anita: i think only ndeso people go to 4seasons, ritz, shangri-la, etc … buat yg ga ndeso dan mentalnya bukan mental indonesia, pada lari ke PH buat buffet aja…

    Ivy´s last blog post..IPL Results

    line
  17. wiwin

    hmm..klo ngomong mental indo sih, mgkn masih mental “kuli” ya.
    kuli kan butuh banyak makan ther, biar kuat dan sehat lolz. ya, makan banyak sih nga papa,asal jgn kebanyakan. tapi kaya foto diatas tuh.. whaha, masterpiece i should say.

    jd keinget buffet ther.
    orang bilang rugi klo traktir gw makan buffet, karna inti dr buffet adalah “makan sepuasnya”.. sdgkan standar “sepuasnya” tiap orang kan beda ya.. hmmm.. dr pd ribut ya wes lah, makan di KFC aja.. hauhauhuahhaha

    LOL. Jangan ngomong kuli loh.. nanti ada yang sensitif lagih…

    Sebenernya makan sebanyak2nya sampe perut kekenyangan juga ngga baik kan. Jadi elo udah bener koq, yang kalap aja yang pada nggak nyadar :D

    line
  18. Gw inget kalau di resto2 India di Chicago, ada peraturan bahwa makanan yang di piring harus dihabiskan dulu, baru nambah lagi. Kalau pas bayar kita ninggalin makanan terlampau banyak di piring, mereka akan marah: krn itu mubazir, buang2 uang, ngambil yang ngga perlu (inget banyak orang kelaperan, kok ini serakah amat ngambil lebih dari yang kita bisa makan).

    Selamat Natala, ya Ther!

    santi d´s last blog post..Holidays Are In the Air

    Thank you Santi! Did you have a good holiday? Emang betul, rasanya tidak baik kalau kita serakah numpuk makanan sebanyak2nya, regardless whether we’ve paid for it or not, or whether we think we have the right to take as much as we want, the point of eating is to eat sufficiently, not as much as you can.

    line
  19. menurut saya mental bangsa indonesia adalah mental kreatip, buktinya bisa numpuk buah buahan seperti itu… kalau urusan seperti begini, bangsa lain udah nyeraahhh

    Iya, orang Indonesia sebenarnya pinter2 yah, sayang kepinterannya kebanyakan digunakan tidak pada tempatnya…

    line
  20. Yefta

    Jika makanan hanya sebagai pemuas lapar: tumpuklah salad setinggi kamu bisa – jika perlu minta piring tambahan atau bawa piring dari rumah dan isi sepenuh-penuhnya (kalo bisa pindah2 lokasi PH ya, tar diapalin sama mba2 pelayannya).

    Jika makanan sekedar pengisi tenaga dan nutrisi: cukup satu porsi, pilih buah dan sayur yg paling banyak mengandung vitamin, beta karoten dan serat (efeknya boker jadi lancar dan tidak sariawan).

    Jika makanan sebagai pemuas selera: pilih buah dan sayur yang paling disukai – ditambah jenis saus yang pas – jadi rasanya enak dan tidak campur baur (setelah habis jangan lupa bilang: ” … wah, pokoke, … mak nyuuuussss!”).

    Jika menyantap makanan seperti menikmati karya seni (chef juga artis kan): mengambil yang disuka dan seperlunya, tak perlu rakus, memakannya satu per satu, mengunyahnya pelahan sambil menikmati kelezatan rasanya, tanpa perlu memikirkan betapa rugi dirinya karena hanya sedikit mengambil. (disukai pemilik PH dan sebentar lagi bakal di jadiin mantunya yg punya PH … hehehe)

    Nah, kamu yang mana?

    Aku yang terakhir aja karena aku menghargai karya seni.. cieeeee

    line
  21. ibarat kata mampang mumpung didepan mata…kan ga aturan musti bawa sekian hehehehe

    omiyan´s last blog post..Om Mau Donk Bugil…

    Kucing garong dong? Hehehehehe

    line
  22. Penyakit aji mumpung begini juga sering terlihat di pesta perkawinan atau hotel. Selalu ada saja orang yang senang ngambil makanan sebanyak-banyaknya tanpa mengukur kekuatan perut. Yang juga gak kalah norak nuangin saos sambal di KFC. Duh tuh piring bisa luber sama sambal doang…udah gitu gak dihabiskan. Tetapi kebiasaan jelek ini bukan cuma milik orang Indonesia lho! Di Singapore juga sama saja makanya ada istilah “kiasu”…tapi beda cerita doang :)

    Elyani´s last blog post..Sorry, long time no post!

    Wakakaa Kiasu… yes I’ve heard that term very often :P Iya kalo ke kondangan liat orang makan kaya besok mau kiamat ajah, jadi ilang nafsu makan kita juga, ngeliat pada makan nggak dihabisin, padahal diluar sana banyak anak2 jalanan pada kelaperan. Sedih deh…

    line
  23. skydrugs

    Posting yang bijak

    Terima kasih…

    line
  24. kalo enggak salah, ini pemenang kompetisi menyusun salad d!!!
    secara kalo di restonya beneran, mana boleh kita nyusun pake tangan ?! wakakakakakaka

    Pitshu!!! Lo emang psychic banget!! Baru kemaren gue kepikiran soal elo pas gue lagi mandi (jangan tanya kenapa), gue mikir “Dah lama yeh gue ngga maen-maen ke blognya Pitshu, Pitshu juga udah lama gak maen-maen ke blog gue.” Eh tau-tau elo comment!! Hehehehe….

    Emang ada ya kompetisi menyusun salad di Pizza Hut? Iya juga yah mana boleh pake tangan, kecuali udah despo banget kali ye?

    line

Leave a Reply

CommentLuv badge